Tips memutihkan gigi dan menghilangkan bau mulut

Tips untuk Memutihkan Gigi dan Menghilangkan Bau Mulut
Disini saya akan membahas gimana caranya memutihkan gigi(kalo bisa sebening mutiara xixixixi…) dan menghilangkan bau mulut,..oke pembahasan dimulai sobat…..

Faktor Pasta Gigi : pasta gigi apapun yang dipakai sobat-sobat harap dipahami bahwa pasta gigi adalah bahan bantu untuk upaya pencegahan supaya kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga dengan baik. Pasta gigi untuk pemutihan pasti membantu agar mencapai tujuan dalam tahap tertentu yang kita inginkan, tapi hendaknya jangan dianggap semua gigi yang warnanya kuning atau coklat bisa jadi putih.
Pemahamannya begini: adalah gigi kita tidak mungkin terlihat bersih dan cemerlang dan tampak kusam kalau banyak plak / karang gigi yang menghiasi gigi kita. Nah, dengan bantuan pasta dan gosok gigi yang benarlah, plak jadi bersih dan hilang dari permukaan gigi. Hasilnya gigi jadi lebih putih dan cemerlang. Masalah gigi kuning sangat banyak dipertanyakan. Sebetulnya kuning, putih dsb sangat relatif beragam.
Faktor paling penting menurut pengalaman dan pengamatan saya(para ahli/doktor) adalah bahwa gigi kita ini aslinya bersih dan sehat. Kadang-kadang gigi terasa lebih kuning, padahal kalau dicermati kuningnya mungkin karena adanya plak (lunak nempel di permukaan gigi mulai dari batas/tepi gusi-gigi) atau karang gigi (keras nempel di tepi batas gusi-gigi).
Supaya diperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang hal ini, saya sampaikan info berikut ini, sebelum seseorang memutuskan apakah memang giginya betul-betul perlu di”putih-putihkan.
Berbicara tentang warna gigi, ada beberapa hal yang kiranya kita perlu dipahami :
1. Sebetulnya seperti juga kulit, warna gigi manusia sangat bervariasi mulai dari yang putih sekali sampai kuning, kelabu dan agak kecoklatan (serta puluhan kombinasi antara semua warna itu)..
2. Penampakan warna gigi kita kadang-kadang dipengaruhi oleh warna kulit. Contoh: gigi yang putihnya sama tetapi dimiliki oleh seorang yang warna kulitnya lebih gelap akan tampak lebih putih / cerah ketimbang pada mereka yang berkulit lebih putih.
3. Mereka yang rajin menggosok gigi, saya yakin, giginya pasti bersih dan sehat, bila cara sikat giginya juga benar, karena dengan cara ini gigi kita jadi bebas plak. Mereka yang malas memelihara kebersihan gigi dan mulutnya berakibat giginya tampak kuning dan kotor karena banyak plaknya.
4. Untuk mereka yang amat perduli gigi, hendaknya dimaklumi bahwa agak / amat kuning ini relatif. Artinya warna yang dirasakan kuning untuk seseorang, mungkin untuk orang lain tidak berapa kuning, dan sebaliknya.
5. Tuhan memberikan warna gigi kita begitu banyak macamnya mulai dari yang putih seperti susu, agak kuning, kuning kecoklatan bahkan keabuan serta kombinasi antara semua warna tadi; saya menganggap sebetulnya warna ini bukanlah satu-satunya hal yang perlu dijadikan keperdulian. Yang lebih penting adalah gigi kita benar-benar sehat dan bersih.
6. Bila diperhatikan, warna sebuah gigi yang normal biasanya lebih gelap ke arah gusi dan menjadi lebih terang atau berwarna lebih muda makin ke arah permukaan untuk mengunyah atau menggigit. dalam keadaan normal (tidak ada kelainan atau gigi yang sudah mati syarafnya): Coba diamati, kalau kita perhatikan gigi seri (4 buah yang ada di depan) selalu lebih putih ketimbang gigi taring (caling) yang merupakan gigi ketiga dari garis tengah. Lalu kalau diperhatikan lagi, gigi keempat dst ke arah belakang relatif lebih muda lagi ketimbang gigi taring tsb.
7. Ditinjau dari segi usia, ada kecenderungan warna gigi akan menjadi lebih gelap ketimbang waktu masih muda.
8. Dibandingkan dengan gigi tetap, gigi susu (gigi sementara pada anak-anak) berwarna lebih putih. Inilah salah satu sebab mengapa gigi sementara itu disebut “gigi susu”.
9. Dalam hal ini saya punya prinsip, bila gigi kita sudah bersih dan sehat, warna tidak terlalu perlu dirisaukan dan saya sama sekali tidak menganjurkan pamakaian obat-obatan apa pun. Marilah kita selalu bersyukur pada Tuhan atas segala karuniaNya dan berusahalah merawat pemberianNya itu.
10. Dalam kegiatan sikat/gosok gigi, perlu diperhatikan bahwa penyikatan ini harus dilakukan dengan baik dan benar, sehingga semua plak yang menempel pada permukaan gigi bersih semuanya. Bila plak tidak berhasil dibersihkan dengan tuntas, berarti kegiatan menggosok gigi tidak efektif atau percuma saja !
11. Dalam hal ini kiranya patut dipahami bahwa pasta gigi pemutih itu hendaknya diartikan bahwa pasta semacam ini akan membuat gigi menjadi lebih putih dari warna sebelumnya, karena sesudah disikat dengan baik dan benar maka gigi ini akan menjadi lebih bersih karena sudah bebas dari plak dan karena itu tampak lebih putih dan cemerlang. Jadi, bukan sekali-kali mengubah warna gigi yang kuning jadi putih atau yang coklat jadi kuning, dst.
Catatan :
• Gigi perokok, biasanya menjadi coklat karena adanya lapisan nikotin yang menempel pada permukaan gigi (disebut nicotine stain). Hal serupa biasa terjadi pula pada peminum kopi dan teh yang pekat, atau minuman ringan seperti coke dan yang sejenis, tentu bila kita meminumnya cukup sering.
• Untuk mereka yang warna giginya agak kuning dari sononya, kami anjurkan jangan dimodif-modif(mobil kalee dimodif…),maksudnya,jangan diapa-apakan, walaupun sekarang banyak obat pemutih gigi (bleaching). Yang penting, gigi ini tetap sehat dan bersih. Bila kuningnya karena obat antibiotik umpamanya, mungkin ada baiknya diusahakan diputihkan.
• Obat yang dapat menyebabkan gigi jadi kuning bahkan keabuan sampai kecoklatan adalah antibiotik golongan tetrasiklin. Makanan mungkin dapat menyebabkan gigi jadi lebih kuning tetapi hanya sementara, hanya sebatas menjadi timbunan plak.
B. Bau Mulut : Demikian juga dengan pasta untuk bau mulut. Pasta ini pasti dapat membantu membuat mulut kita lebih segar dan harum. Tapi, semua penyebab bau mulut tetap harus dihilangkan/ditiadakan. Kalau tidak, yaaa… bau mulut akan kembali. Seperti diketahui penyebab bau mulut adalah : Bau mulut biasanya disebabkan oleh tiga kelompok sebab utama.
*Pertama, faktor di dalam mulut sendiri dimana ada gigi berlubang, banyak plak atau karang gigi, gigi rusak apa lagi busuk dibiarkan tidak dirawat. Gigi semacam ini jadi sarang kuman dan tempat sisa makanan yang tidak dapat dibersihkan secara tuntas dan akhirnya membusuk. Akibatnya menyebarkan bau tidak sedap. Lidah juga bisa jadi sumber bau mulut bila tidak pernah dibersihkan.
*Kedua, faktor dari luar mulut tetapi masih dari saluran nafas atau cerna atau penyakit umum. Peradangan atau penyakit pada bagian-bagian ini menyebabkan hal serupa seperti faktor pertama. Sebagai contoh penyakit tuberkulosis (tbc paru) menyebabkan bau mulut agak amis, diabetes menyebabkan bau mulut seperti aceton (cairan cat kuku).
*Ketiga, makanan atau minuman bisa meninggalkan bau mulut sampai beberapa jam setelahnya. Contohnya, petai(wah ini nie), kopi, minuman keras dsb. Atau kebiasaan merokok. Bila semua penyebab dihilangkan tentu saja “bau mulut” ini akan segera sembuh Jadi silahkan telusuri apakah ada penyebab-penyebab ini pada diri sobat-sobat.
(^O^)

Tagged with: ,
Ditulis dalam Tentang Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MobGold Banner 120x20

PERHATIAN :buat SOBAT dey yang mengalami kesulitan soal "Gudangdey" silahkan bertanya pada kami atau tinggalkan komentar,insya allah secepatnya akan saya balas dan saya jawab...TERIMA KASIH
%d blogger menyukai ini: